"Bunda, aku tidak mau sekolah."
Kalimat tersebut mungkin pernah diucapkan oleh sebagian anak, terutama ketika baru memasuki lingkungan sekolah yang baru. Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika anak menangis, enggan berangkat sekolah, atau bahkan terus-menerus meminta untuk tetap di rumah.
Pada dasarnya, rasa takut terhadap sekolah merupakan hal yang cukup umum dialami anak, terutama pada masa awal sekolah. Namun, jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama dan mulai mengganggu proses belajar maupun perkembangan sosial anak, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.
Lantas, apa saja penyebab anak takut sekolah dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
Setiap anak memiliki alasan yang berbeda ketika merasa takut pergi ke sekolah. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Banyak anak, terutama usia TK dan awal SD, masih merasa sangat bergantung pada orang tua. Ketika harus berada di lingkungan baru tanpa didampingi Ayah atau Bunda, anak dapat merasa cemas, takut, bahkan menangis.
Biasanya kondisi ini ditandai dengan:
Tidak semua anak memiliki kesiapan akademik yang sama.
Ada anak yang belum lancar membaca, menulis, atau berhitung saat mulai sekolah. Akibatnya, anak merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya. Perasaan takut gagal atau takut dimarahi guru dapat membuat anak enggan pergi ke sekolah.
Jika ini penyebabnya, orang tua perlu memberikan pendampingan belajar tambahan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Beberapa anak takut sekolah karena mengalami kesulitan bersosialisasi.
Misalnya:
Anak sering kali belum mampu mengungkapkan masalah ini secara langsung. Oleh karena itu, orang tua perlu menggali informasi dengan lembut.
Cobalah bertanya:
"Hari ini bermain dengan siapa di sekolah?"
"Ada hal yang membuat kamu sedih di sekolah?"
Pengalaman negatif dapat membuat anak trauma terhadap sekolah.
Contohnya:
Meskipun terlihat sederhana bagi orang dewasa, pengalaman tersebut bisa sangat membekas bagi anak.
Jadwal yang terlalu padat juga dapat menyebabkan anak menolak sekolah.
Misalnya:
Akibatnya, anak merasa sekolah sebagai aktivitas yang melelahkan, bukan menyenangkan.
Setelah mengetahui penyebabnya, orang tua dapat membantu anak mengatasi rasa takut tersebut dengan beberapa cara berikut.
Ketika anak mengatakan tidak ingin pergi ke sekolah, hindari langsung menganggapnya sebagai bentuk kemalasan. Bisa jadi ada alasan tertentu yang belum mampu diungkapkan oleh anak. Misalnya, anak merasa kesulitan mengikuti pelajaran, belum memiliki teman, atau pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolah.
Oleh karena itu, cobalah mengajak anak berbicara dalam suasana yang santai. Orang tua dapat bertanya, "Apa yang membuat kamu tidak ingin sekolah?" atau "Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman di sekolah?" Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua akan lebih mudah menentukan langkah yang tepat untuk membantu anak.
Tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar mengatakan, "Masa begitu saja takut?" atau "Kamu harus berani, jangan menangis terus." Padahal, respons seperti ini justru dapat membuat anak merasa bahwa perasaannya tidak dipahami.
Sebaliknya, dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian dan tunjukkan bahwa orang tua memahami apa yang sedang dirasakannya. Kalimat sederhana seperti, "Bunda mengerti kamu sedang takut dan itu tidak apa-apa," dapat membuat anak merasa lebih tenang. Ketika anak merasa didengarkan, mereka biasanya akan lebih terbuka untuk menceritakan masalah yang sebenarnya.
Suasana pagi yang terburu-buru sering kali membuat anak semakin cemas untuk pergi ke sekolah. Anak yang baru bangun lalu langsung diminta mandi, sarapan, dan segera berangkat biasanya akan lebih mudah merasa stres.
Agar anak lebih siap secara emosional, cobalah membangun rutinitas pagi yang lebih menyenangkan. Bangunkan anak sedikit lebih awal agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk bersiap tanpa tergesa-gesa. Orang tua juga dapat mengajak anak sarapan bersama, berbincang ringan, atau memberikan pelukan sebelum berangkat ke sekolah. Hal-hal sederhana seperti ini dapat membantu anak merasa lebih aman dan nyaman.
Rasa takut sekolah terkadang muncul karena anak merasa belum siap menghadapi kegiatan belajar di kelas. Misalnya, anak belum lancar membaca, menulis, atau berhitung sehingga merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya.
Jika hal ini terjadi, orang tua dapat membantu dengan mendampingi anak belajar secara bertahap di rumah. Tidak perlu memaksa anak belajar terlalu lama. Cukup lakukan secara rutin dengan metode yang menyenangkan agar anak lebih percaya diri saat berada di sekolah.
Jika rasa takut anak tidak kunjung berkurang, orang tua sebaiknya menjalin komunikasi dengan guru di sekolah. Guru dapat membantu mengamati bagaimana perilaku anak selama berada di kelas, apakah anak kesulitan bergaul, mengalami kendala belajar, atau menghadapi masalah tertentu dengan teman.
Kerja sama antara orang tua dan guru sangat penting agar anak mendapatkan dukungan yang konsisten, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan begitu, proses adaptasi anak biasanya akan berjalan lebih mudah.
Rasa takut sekolah umumnya akan berkurang seiring waktu. Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila anak:
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, orang tua dapat berkonsultasi dengan guru, psikolog anak, atau tenaga profesional lainnya.
Rasa takut sekolah merupakan hal yang cukup wajar, terutama saat anak sedang beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan dukungan, pendampingan, dan komunikasi yang baik, anak akan lebih mudah merasa nyaman serta percaya diri di sekolah.
Jika anak masih mengalami kesulitan belajar atau membutuhkan pendampingan yang lebih personal, Fun Teacher Private siap membantu melalui metode belajar yang menyenangkan, interaktif, dan disesuaikan dengan karakter setiap anak.