bio
Saya terlahir di Jakarta dan besar di Bekasi, pendidikan sekolah dasar saya yaitu pada SDI Al-Hamidiyyah kemudian melanjutkan Mts di MTs. Tarbiyatul Falah dan berlanjut ke SMK Karya Bahana Mandiri 2 dengan jurusan Akuntansi. Saat bersekolah jurusan akuntansi saya pernah magang di perusahaan besar PT Dasa Windu Agung sebagai asisten admin Quality Control dan di PT Howsanindo Industry pada bagian Assembling. Setelah lulus SMK saya lintas jalur dari Akuntansi untuk menjadi guru dengan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Oleh karena itu, saya berniat ingin menjadi bermanfaat dalam bidang membagikan ilmu demi mencerdaskan anak bangsa. Saya juga mengikuti UKM KMPLHK RANITA UIN Jakarta pada bidang kurikulum yaitu membuat rancangan belajar mahasiswa atau anggota pada ranah lingkungan, bencana dan gunung hutan. Saya pernah magang di MI Mumtaza Islamic School Pondok Cabe dan pengalaman mengajar di MI Sirojussibyan Cibungbulang pada saat Kuliah Kerja Nyata. Saya juga pernah mengadakan inisiatif bersama teman-teman untuk mengadakan edukasi terhadap bencana banjir di Madrasah Madarijul Ulum dengan membuat media pembelajaran tentang banjir.
kendaraan
Motor
Aktifitas Saat Ini
Saya masih mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa KMPLHK RANITA yang sedang menjalankan program Edukasi dan Simulasi Urban Disaster (Kebakaran dan Gempa), selain itu saya hanya sedang mencari pekerjaan (job seeker). Insya Allah saya bisa mengatur waktu.
Saya ingin mengajar dengan metode student center, sehingga tidak selalu dengan metode ceramah. Saya suka membuat media pembelajaran agar anak tertarik untuk belajar pada hari tersebut dan pembelajaran hari selanjutnya. Saya ingin meningkatkan curiosity anak baik dalam ilmu agama, dan dapat menyelesaikan masalah dengan inisiatif anak-anak sendiri. Walau deperti itu, anak-anak tetap harus belajar memupuk iman dan takwa. Saya ingin anak-anak mempelajari agama bukan karena takut pada Tuhan atau neraka, tapi karena cinta kepada Tuhan. Sehingga anak tidak hanya berhenti berpikir bahwa "hal ini tidak boleh dilakukan karena sudah tertulis di al-Qur'an atau Hadis", "hal ini tidak boleh dilakukan karena akan mendapat hukuman di neraka" tetapi anak harus mengetahui rasionalisasi semua larangan atau perintah dari Tuhan berdasarkan kehidupan yang dialami di dunia, sehingga anak mengerti dampak atau alasan mengapa harus melakukan ini dan mengapa harus tidak boleh melakukan ini.