Kak Rijal
- (0 penilaian)
Rijal Yahya Al Faris merupakan pria yang lahir di Medan, pada tanggal 16 Mei 2005. Menulis cerpen dan puisi, menjadi hobinya sejak kecil dan sampai duduk di bangku pendidikan hingga kini sudah memasuki umur 19 tahun sebagai seorang mahasiswa yang berprestasi. Ada banyak bakat dan prestasi yang telah ia raih di masa-masa yang telah ia lalui, baik dari prestasi akademik maupun prestasi kompetisi. Dan hingga dapat mendorongnya mendapatkan beasiswa kuliah gratis.
Adapun salah satu karya puisi yang telah ia ciptakan dan telah dipublish disalah satu website, dengan berjudul “GURU” dan saat itu juga puisinya dipakai dan dibacakan didepan umum dalam rangka hari guru tingkat kabupaten.
Setelah banyak yang ia alami dari perkembangan dan bakat yang telah didapatkan. Serta prestasi dan penghargaan yang telah ia terima, membuat seorang dirinya semakin semangat dalam meningkatkan keterampilan dan inovasi dalam pribadinya. Sehingga ia dapat berbagi dengan teman-teman, keluarga dan orang-orang disekitarnya tentang pencapaian untuk mendorong dan ikut serta memotivasi mereka. Dengan tujuan semakin banyak orang-orang yang bisa menggapai prestasi dan bakat yang selama ini ada di dalam diri mereka, tetapi tidak tersalurkan. Dengan demikian mereka dapat menunjukkan bakat mereka di depan umum dengan bantuan dan dorongan sebagaimana yang pernag ia alami. Dan salah satu bidang dalam menulis menjadi dasar baginya untuk tidakluput dalam menciptakan sebuah karya yang besar. Sehingga ia dapat menciptakan hal-hal yang baru berkat hobinya tersebut.
Setelah perjalanan yang sangat amat panjang ia jalanin semasa hidupnya di dunia pendidikan. Dengan bakat, hobi dan prestasinya dapat mengahntarkan ia masuk ke dalam dunia pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam dengan mendapat beasiswa kuliah gratis. Itu semua berkat izin sang maha kuasa serta doa sang orang tua da keluarga, dan berkat hal-hal yang telah ia kerjakan dan perjuangkan sebelumnya.
Sungguh luar biasa pengorbanan, perjuangan, dan harapan yang besar baginya. Bisa sampai ke titik ini. Semoaga akan ada orang-orang yang tumbuh sepertia ia yang memilki harapan dan impian yang besar. Serta perjuangan dan pengorbanan yang tak pernah henti. Badai akan berlalu, dan tiada malam yang kekal selamanya. Tugas kita hanya mencoba dan berusaha dengan semaksimal mungkin. Setelah gelap, maka terbitlah terang, sekian.