Teks eksplanasi merupakan salah satu materi Bahasa Indonesia yang penting dipahami siswa SMP. Bukan hanya perlu mengetahui pengertiannya, kamu juga perlu memahami ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, hingga cara membuatnya. Dengan memahami materi ini, kamu akan lebih mudah mengidentifikasi teks eksplanasi dan menyusun tulisan yang menjelaskan suatu fenomena secara runtut.
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa secara logis, sistematis, dan berdasarkan fakta. Fenomena yang dibahas dapat berupa fenomena alam, sosial, budaya, maupun berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kata “eksplanasi” berasal dari bahasa Inggris explanation yang berarti penjelasan. Karena itu, tujuan utama teks eksplanasi adalah memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai bagaimana dan mengapa suatu fenomena dapat terjadi. Misalnya, ketika membahas hujan, teks eksplanasi tidak sekadar mengatakan bahwa hujan adalah air yang turun dari langit. Teks tersebut juga menjelaskan proses penguapan air, pembentukan awan, kondensasi, hingga turunnya air ke permukaan bumi. Dengan demikian, teks eksplanasi lebih menekankan pada proses dan hubungan sebab-akibat suatu peristiwa.
Teks eksplanasi dibuat untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai suatu fenomena atau peristiwa. Beberapa tujuan teks eksplanasi antara lain:
Untuk membedakan teks eksplanasi dari jenis teks lainnya, kamu dapat mengenali beberapa ciri berikut:
Teks eksplanasi berfokus pada fenomena atau peristiwa yang dapat dijelaskan secara logis. Contohnya adalah hujan, banjir, gempa bumi, pelangi, gunung meletus, kemacetan, hingga fenomena sosial.
Informasi yang disampaikan dalam teks eksplanasi harus berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, teks ini berbeda dari cerita fiksi yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis.
Teks eksplanasi biasanya menjawab pertanyaan bagaimana suatu peristiwa terjadi atau mengapa suatu fenomena dapat terjadi.
Informasi dalam teks eksplanasi disampaikan secara berurutan sehingga pembaca dapat mengikuti proses terjadinya suatu fenomena dari awal hingga akhir.
Bahasa yang digunakan bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Penulis tidak berusaha membujuk pembaca untuk mengikuti pendapat tertentu seperti dalam teks persuasi.
Salah satu bagian penting dalam materi teks eksplanasi adalah strukturnya. Secara umum, struktur teks eksplanasi terdiri atas identifikasi fenomena, rangkaian kejadian atau proses, dan interpretasi.
Bagian identifikasi fenomena merupakan bagian pembuka yang memperkenalkan fenomena yang akan dibahas. Pada bagian ini, penulis dapat menjelaskan secara singkat apa fenomena yang sedang dibicarakan dan memberikan gambaran umum mengenai fenomena tersebut.
Contoh: Hujan merupakan fenomena alam yang terjadi ketika air yang berada di permukaan bumi mengalami siklus dan akhirnya kembali turun ke bumi dalam bentuk titik-titik air.
Paragraf tersebut belum menjelaskan proses hujan secara rinci. Penulis baru memperkenalkan fenomena yang akan dibahas.
Bagian ini merupakan inti dari teks eksplanasi. Penulis menjelaskan bagaimana suatu fenomena terjadi secara berurutan. Jika fenomena yang dibahas berupa proses alam, urutan tersebut dapat dimulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Pada bagian ini, hubungan sebab-akibat juga biasanya dijelaskan.
Contohnya, dalam teks tentang hujan, penulis dapat menjelaskan proses penguapan air akibat panas matahari, pembentukan awan, kondensasi, hingga turunnya air ke bumi.
Interpretasi merupakan bagian penutup dalam teks eksplanasi. Bagian ini berisi kesimpulan, tanggapan, atau gambaran akhir mengenai fenomena yang telah dijelaskan. Namun, interpretasi tidak selalu harus ada dalam setiap teks eksplanasi. Beberapa teks dapat berakhir setelah penjelasan mengenai rangkaian proses selesai.
Selain struktur, kamu juga perlu memahami kaidah kebahasaan teks eksplanasi. Kaidah kebahasaan adalah ciri penggunaan bahasa yang sering ditemukan dalam suatu jenis teks.
Konjungsi kausalitas adalah kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat.
Contohnya:
Konjungsi kronologis digunakan untuk menunjukkan urutan waktu atau tahapan suatu proses.
Contohnya:
Teks eksplanasi sering membahas fenomena yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sehingga terdapat istilah-istilah khusus.
Misalnya dalam teks tentang hujan:
Kata kerja material menunjukkan tindakan atau proses yang dapat diamati.
Contohnya:
Kata kerja relasional digunakan untuk menjelaskan hubungan atau definisi suatu hal.
Contohnya:
Teks eksplanasi dapat membahas berbagai macam fenomena. Berdasarkan fenomena yang dijelaskan, kamu dapat menemukan beberapa jenis teks eksplanasi berikut.
Jenis ini menjelaskan peristiwa yang terjadi di alam.
Contohnya:
Jenis ini membahas fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Contohnya:
Jenis ini menjelaskan proses atau alasan munculnya suatu fenomena budaya dalam masyarakat.
Contohnya:
Agar lebih mudah memahami materi ini, berikut contoh teks eksplanasi tentang proses terjadinya hujan.
Hujan merupakan fenomena alam yang terjadi sebagai bagian dari siklus air. Hujan terjadi ketika air yang berada di permukaan bumi mengalami perubahan dan bergerak melalui atmosfer hingga akhirnya kembali ke permukaan bumi. Proses terjadinya hujan diawali dengan evaporasi, yaitu penguapan air dari laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Uap air tersebut kemudian naik ke atmosfer. Semakin tinggi uap air berada, suhu udara menjadi semakin rendah sehingga uap air mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air tersebut berkumpul dan membentuk awan. Ketika jumlah air di dalam awan semakin banyak dan berat, air kemudian jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Air hujan selanjutnya mengalir ke sungai, danau, laut, atau meresap ke dalam tanah sehingga siklus air dapat berlangsung kembali.
Dari proses tersebut, dapat diketahui bahwa hujan terjadi melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan dalam siklus air.
Teks eksplanasi dan teks deskripsi sama-sama dapat memberikan informasi kepada pembaca, tetapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Teks deskripsi bertujuan menggambarkan suatu objek secara rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan objek tersebut. Sementara itu, teks eksplanasi bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau hubungan sebab-akibatnya. Contohnya, jika kamu menulis tentang gunung, teks deskripsi dapat menggambarkan bentuk, warna, dan kondisi gunung. Sebaliknya, teks eksplanasi dapat membahas proses terjadinya gunung meletus.
Teks eksplanasi juga berbeda dengan teks prosedur meskipun keduanya dapat menjelaskan suatu proses.Teks eksplanasi menjelaskan bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi. Sementara itu, teks prosedur menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, teks eksplanasi membahas “Bagaimana proses terjadinya hujan?”, sedangkan teks prosedur dapat membahas “Bagaimana cara membuat kompos dari sampah organik?”
Kalau mendapat tugas membuat teks eksplanasi, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Pilih fenomena yang menarik dan dapat dijelaskan secara faktual. Misalnya banjir, hujan, gempa bumi, pelangi, atau fenomena sosial.
Kumpulkan informasi dari sumber yang terpercaya. Pastikan informasi yang digunakan sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
Susun kerangka berdasarkan struktur teks eksplanasi:
Tuliskan proses terjadinya fenomena dari tahap awal hingga akhir. Gunakan konjungsi kronologis agar hubungan antartahapan lebih mudah dipahami.
Jika fenomena memiliki hubungan sebab-akibat, jelaskan dengan menggunakan kata seperti karena, sehingga, akibatnya, sebab, atau oleh karena itu.
Setelah selesai, periksa kembali struktur, fakta, pilihan kata, ejaan, dan tanda baca. Pastikan informasi yang diberikan tidak melenceng dari topik.
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa berdasarkan fakta secara logis dan sistematis. Struktur teks eksplanasi umumnya terdiri atas identifikasi fenomena, rangkaian kejadian atau proses, dan interpretasi. Selain memahami struktur, penting juga untuk mengenali kaidah kebahasaannya, seperti penggunaan konjungsi kausalitas, konjungsi kronologis, istilah ilmiah, kata kerja material, dan kata kerja relasional.
Kalau kamu masih merasa kesulitan memahami materi ini atau ingin belajar dengan cara yang lebih seru dan mudah dipahami, kamu bisa mencoba Fun Teacher Private. Di sini kamu akan dibimbing dengan metode belajar yang interaktif, santai, dan disesuaikan dengan gaya belajar kamu, sehingga materi seperti teks eksplanasi jadi jauh lebih gampang dipahami.