Belajar data analytics dari nol sering terasa membingungkan karena ada banyak tools, konsep, dan skill yang perlu dikuasai. Kamu mungkin sudah tahu Excel, SQL, atau Python, tetapi masih bingung harus mulai dari mana dan belajar apa setelahnya.
Nah, roadmap belajar data analytics bisa membantu kamu menyusun proses belajar secara lebih terarah tanpa harus menguasai semuanya sekaligus. Yuk, simak tahapannya supaya perjalanan belajar data analytics kamu lebih jelas dan realistis!
Data analytics adalah proses mengolah, membersihkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Sederhananya, data mentah diubah menjadi insight yang punya nilai bagi bisnis maupun organisasi.
Misalnya, perusahaan memiliki data transaksi selama satu tahun. Data tersebut dapat dianalisis untuk mengetahui produk paling laris, periode penjualan tertinggi, karakteristik pelanggan, hingga alasan performa penjualan mengalami perubahan.
Buat kamu yang masih pemula, memahami konsep dasar tersebut menjadi fondasi sebelum masuk ke berbagai tools. Pahami dulu cara berpikir analitis dan bagaimana data digunakan untuk menjawab sebuah masalah.
Kalau kamu sedang mencari rekomendasi bootcamp data analyst di Indonesia, perhatikan juga apakah programnya memiliki tahapan belajar yang jelas, project praktik, serta materi yang sesuai kebutuhan industri.
Setiap orang punya kecepatan belajar berbeda. Namun, roadmap belajar data analytics berikut bisa kamu gunakan sebagai panduan agar proses belajar terasa lebih terstruktur.
Mulailah dari konsep fundamental sebelum masuk ke tools yang lebih kompleks. Kamu perlu memahami jenis data, proses pengolahan data, tujuan analisis, serta perbedaan antara data, informasi, dan insight.
Selanjutnya, biasakan diri melihat masalah dari sudut pandang data. Misalnya, jangan hanya bertanya "berapa jumlah penjualan?", tetapi coba lanjutkan dengan "produk mana yang paling berkontribusi terhadap penjualan?" atau "kenapa penjualan turun pada periode tertentu?"
Kemampuan berpikir seperti itu menjadi dasar analisis data yang akan kamu gunakan pada tahap berikutnya.
Excel masih menjadi salah satu tools yang banyak digunakan untuk mengolah data sehari-hari. Kamu bisa mulai dari formula dasar, sorting, filtering, conditional formatting, hingga PivotTable.
Setelah memahami fungsi dasar, lanjutkan dengan XLOOKUP, IF, SUMIFS, COUNTIFS, serta fungsi teks dan tanggal. Skill tersebut akan membantu kamu membersihkan dan mengeksplorasi dataset sebelum masuk ke analisis yang lebih kompleks.
SQL penting untuk kamu yang ingin bekerja dengan database. Melalui SQL, kamu dapat mengambil, memfilter, menggabungkan, dan mengelompokkan data sesuai kebutuhan analisis.
Mulailah dari SELECT, WHERE, ORDER BY, GROUP BY, dan fungsi agregasi. Setelah cukup nyaman, lanjutkan ke JOIN, subquery, CTE, hingga window function.
Latihan menggunakan dataset sederhana akan membuat proses belajar lebih mudah. Coba buat pertanyaan bisnis, lalu cari jawabannya menggunakan query SQL.
Data yang sudah dianalisis perlu disampaikan dalam bentuk yang mudah dipahami. Data visualization membantu kamu mengubah angka dan tabel menjadi grafik atau dashboard yang dapat menunjukkan pola tertentu.
Kamu bisa mulai dari chart sederhana seperti bar chart, line chart, dan pie chart. Setelah itu, pelajari prinsip pemilihan visual berdasarkan jenis informasi yang ingin disampaikan.
Tools seperti Power BI atau Tableau juga dapat dipelajari pada tahap ini. Pilih salah satunya terlebih dahulu supaya proses belajarnya tidak terlalu melebar.
Statistik membantu kamu memahami data secara lebih objektif. Beberapa konsep yang bisa dipelajari pemula antara lain mean, median, modus, persentase, distribusi, korelasi, dan standar deviasi.
Selain itu, pahami cara membaca hasil statistik sebelum menggunakannya untuk membuat kesimpulan. Jangan sampai grafik terlihat meyakinkan, tetapi interpretasinya malah keliru.
Statistik tidak harus langsung terasa seperti kelas matematika yang bikin kening berkerut. Fokus pada konsep dan penerapannya dalam kasus nyata.
Python bukan skill pertama yang wajib dikuasai pemula, tetapi dapat menjadi tahap lanjutan ketika kamu sudah memahami dasar analisis. Bahasa pemrograman ini banyak digunakan untuk mengolah dataset berukuran besar dan melakukan analisis secara lebih otomatis.
Mulailah dari syntax dasar, kemudian kenali library seperti Pandas dan NumPy. Setelah itu, kamu dapat mempelajari visualisasi menggunakan Matplotlib atau library lain sesuai kebutuhan.
Pahami konsepnya secara bertahap. Kamu tidak harus menjadi programmer untuk menggunakan Python sebagai Data Analyst.
Skill tanpa bukti penerapan akan lebih sulit ditunjukkan kepada recruiter. Maka, masukkan project ke dalam roadmap belajar data analytics kamu.
Buat project yang memiliki masalah bisnis nyata, bukan sekadar menampilkan grafik. Misalnya, analisis penjualan toko online, segmentasi pelanggan, performa campaign marketing, atau prediksi sederhana berdasarkan data historis.
Setiap project sebaiknya menjelaskan:
Portofolio seperti itu menunjukkan bahwa kamu bisa menggunakan tools dan mampu menghubungkan data dengan kebutuhan bisnis.
Kamu nggak harus langsung ikut program berbayar untuk mulai belajar Data Analyst. Platform di bawah ini bisa menjadi titik awal untuk memahami konsep dasar sekaligus tools analisis data.
YouTube cocok untuk kamu yang lebih nyaman belajar lewat video dan tutorial praktik. Cari materi seperti Excel, SQL, Power BI, Python, atau statistik dasar, lalu langsung praktik menggunakan dataset sederhana.
Selain itu, kamu juga bisa belajar dari podcast dan kanal media audio-visual yang membahas tentang belajar menjadi data analyst serta ilmu data untuk pemula dari para praktisi yang sudah berpengalaman.
Kamu juga bisa mempertimbangkan kursus Data Analyst Dibimbing jika membutuhkan pembelajaran yang lebih terstruktur. Materi, praktik nyata, project, serta pendampingan karier dapat membantu kamu membangun skill yang lebih terarah untuk kebutuhan karier.
Peluang Karir Data Analyst
Inilah berbagai peluang karier data analyst yang dibutuhkan di berbagai industri karena perusahaan semakin mengandalkan data untuk membantu mengambil keputusan.
Data Analyst bertugas mengolah data menjadi insight yang dapat membantu perusahaan memahami kondisi bisnis. Kamu bisa bekerja di berbagai sektor, seperti e-commerce, perbankan, teknologi, hingga FMCG.
Business Intelligence Analyst berfokus mengolah data menjadi laporan dan dashboard untuk mendukung pengambilan keputusan. Kamu biasanya akan banyak menggunakan SQL, Excel, Power BI, atau tools visualisasi lainnya.
Marketing Analyst menggunakan data untuk mengevaluasi performa campaign, perilaku pelanggan, hingga efektivitas strategi pemasaran. Peran ini cocok buat kamu yang tertarik menggabungkan kemampuan analisis data dengan dunia marketing.
Product Analyst menganalisis data penggunaan produk untuk membantu perusahaan memahami kebutuhan dan perilaku pengguna. Insight tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi fitur, meningkatkan pengalaman pengguna, atau menentukan strategi pengembangan produk.
Data Analytics Consultant membantu perusahaan menemukan insight dan solusi dari data yang mereka miliki. Kamu juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena hasil analisis harus dapat dijelaskan kepada klien atau stakeholder nonteknis.
Belajar secara mandiri memang fleksibel, tetapi kamu mungkin membutuhkan kurikulum, mentor, dan latihan yang lebih terarah saat ingin mempersiapkan diri untuk dunia kerja.
Bootcamp Data Analyst dari Dibimbing bisa menjadi opsi bagi kamu yang ingin belajar melalui kombinasi materi, praktik, project, dan penyaluran kerja ke 1.100+ mitra perusahaan dalam satu program.
Pilihan belajar juga bisa disesuaikan dengan gaya belajarmu, baik online maupun offline di Jakarta. Jadi, enggak perlu bingung memilih format belajar selama programnya mampu membantu kamu membangun skill dan portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.
*Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Dibimbing dengan Fun Teacher Private