Dalam melakukan sebuah penelitian sosial, memahami metode atau pendekatan yang digunakan adalah hal yang sangat penting.
Pasalnya, metode akan menjadi sebuah alat pembuka pada proses penelitian yang dilakukan di mana nantinya juga akan berpengaruh pada hasil penelitian yang didapatkan.
Penelitian sosial sendiri merupakan sebuah penelitian yang dilakukan untuk memberikan laporan yang sistematis, terutama terkait dengan permasalahan yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat.
Laporan penelitian tersebut kemudian bisa dijadikan sebuah referensi untuk membangun kondisi sosial yang cenderung lebih bagus.
Lantas, apa contoh dan jenis metode penelitian sosial yang bisa digunakan dalam sebuah proyek penelitian?
Pada kesempatan ini akan dibahas tentang ragam metode penelitian sosial yang penting untuk Anda ketahui sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan penelitian tersebut.
Penasaran? Simak ulasan selengkapnya.
Apa yang disebut dengan metode penelitian sosial sebenarnya?
Di awal, sempat disinggung bahwa metode adalah sebuah cara atau alat yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Nah, metode ini secara garis besar dibagi menjadi dua hal, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.
Kedua metode ini bisa dijadikan sebuah alat untuk melakukan pendekatan pada objek penelitian sehingga nantinya didapatkan hasil penelitian yang akurat dan tepat.
Tentu saja, kedua metode ini memiliki beberapa turunan berbeda yang nantinya bisa dijadikan sebuah strategi yang tepat untuk sebuah penelitian dengan objek tertentu.
Seperti yang sudah dibahas di awal, secara garis besar, metode penelitian sosial dibagi menjadi dua metode yang berbeda, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.
Pemahaman mengenai kedua metode penelitian ini menjadi hal yang sangat penting.
Berbekal pemahaman yang dimiliki, tentu saja nantinya Anda bisa memilih mana metode penelitian yang paling tepat untuk digunakan.
Adapun penjelasan mengenai kedua metode penelitian sosial tersebut adalah sebagai berikut:
1. Metode penelitian kuantitatif
Metode penelitian sosial yang pertama adalah metode penelitian kuantitatif.
Metode ini merupakan sebuah cara penelitian yang bersifat deduktif atau didahului dengan sebuah teori dan nantinya akan dihasilkan sebuah hipotesis matang dengan sebuah generalisasi empiris.
Selain itu, dalam pengumpulan data, umumnya akan digunakan sistem gabungan.
Nah, karena menggunakan teori dan menghasilkan hipotesis, maka sistematika penelitian yang dilakukan dengan metode kuantitatif harus disusun secara matang pula.
Artinya, tahapan penelitian sudah ditentukan secara baku dan dilaksanakan secara lengkap dan maksimal.
Metode penelitian kuantitatif memiliki beberapa metode turunan yang bisa digunakan untuk melakukan sebuah penelitian serta contoh penerapan metode.
Adapun turunan metode yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Beberapa poin di atas merupakan contoh dari metode penelitian kuantitatif yang bisa diterapkan untuk mengamati fenomena sosial yang terjadi.
Selain beberapa poin di atas, masih ada metode lain yaitu correlational di mana diterapkan untuk mendapatkan hubungan antar variasi.
2. Metode penelitian kualitatif
Metode penelitian sosial yang kedua adalah kualitatif.
Metode ini digunakan untuk menjelaskan fenomena sosial secara dalam.
Dalam praktiknya, metode kualitatif bersifat induktif, di mana artinya adalah diawali dengan penelitian pendahuluan serta pengumpulan data dan baru diakhiri dengan sebuah kesimpulan.
Tidak hanya itu, diperlukan sebuah observasi sebagai langkah awal untuk mengetahui objek penelitian.
Jika observasi sudah selesai, maka peneliti bisa membuat kerangka penelitian lainnya.
Metode kualitatif memiliki beberapa turunan metode, yaitu:
Beberapa poin di atas merupakan macam metode kualitatif yang bisa digunakan. Tentu saja, Anda bisa memilih mana metode yang paling tepat dan cocok digunakan sesuai dengan fenomena yang dihadapi.
Nah, demikian beberapa ulasan serta contoh metode penelitian sosial yang perlu Anda pahami dengan baik. Semoga bermanfaat.
Sesuaikan Kebutuhan Belajar Bersama Fun Teacher Private
. Anda dapat memilih program dan mengatur jumlah pertemuan sesuai kebutuhan Putra-Putri Anda.